Usual Storyline

oeuvre

Probabilitas

risk

Bagi yang sudah melakukan literasi terhadap tiga karya matematika quasi empirik, fisika kuantum, dan sosiologi populer ini :

1. Black Swan ( Nicholas Taleb, JS. Mill, Popper )

2. Outliers ( Malcolm Gladwell)

3. Butterfly Effect ( Edward Lorenz, Henry Poincare)

Maka, ada satu kesimpulan menarik, yaitu :

“Peluang akan mendatangi siapa yang paling siap untuk menerimanya”

Banyak, atau beberapa manusia yang bekerja keras mencari “peluang”, lupa bahwa peluang yang Tuhan berikan, sangatlah berlimpah, dan mereka justru melupakan untuk melakukan persiapan diri dalam rangka mendapat peluang tadi.

Mempersiapkan ide yang “belum jelas” nilai peluangnya, membutuhkan keyakinan diri ( faith), keuletan (determination), dan keteguhan ( persistence). Karena, secara empirik matematis pun, dominan pasar manusia akan mengikuti yang disebut dengan “tren”, atau seringkali pertanyaan bodoh keluar, ” Kira- kira, peluang bisnis yang menjanjikan apa ya, tahun ini ?”, secara empiris, semua hal punya peluang untuk memiliki nilai ekonomis, hanya saja, siapa manusia yang paling siap untuk mengubah peluang ini jadi nyata ? Tentunya yang memiliki persiapan paling tinggi, dialah ( merekalah) yang akan menjadi inspirator ( trend setter).

Ini hanya renungan pendek saya, semoga bermanfaat.

NB :

1. Buat yang agnostik atau (mengaku) atheis, teori ini bisalah dipakai untuk menafikan peran Tuhan.

2. Buat pemikir jabariyah, probabilitas ini untuk qadar, bukan qada. Jadi, untuk subjek eksakta di luar lingkungan horizontal manusia, maka teori yang berlaku sifatnya definit.

3. Buat pelaku qadariyah, probabilitas ini adalah cara untuk mengenal apa pola takdir ( yang ternyata penuh dengan uncredited randomness)

4. Buat para investor dan spekulan, perhatikan baik- baik nasehat Buffet dan Soros, mereka menggunakan beberapa pemikiran Popper soal ludic fallacy, randomness, dan black swan, perhatikan baik- baik !

5. Untuk saya, sementara ini masih memegang sumpah syahadat dan dengan bahagia menikmatinya.

6. Untuk mendapatkan kasus empiris, silakan telaah sejarah : Penisillin, Microsoft, Hitler, pengacara korporat American- Jews yang terkonsentrasi di New York, kartel Bank global, PIXAR, dan relativitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 25, 2011 by in Philosophy and tagged , .
%d bloggers like this: