Usual Storyline

oeuvre

Superman

All men created equal…All men…You are not a man…But they’ve made you their hero,and they worship you.So tell me, what redemption do you offer them ? I see something no man can ever be, I see the end. The end of our potential. The end of our achievements. The end of our dreams [ Alexander Luthor, on his opinion about Superman ]

Lex Luthor

Yup,dalam keadaan depresi, seringkali harapan akan munculnya Sang Penolong, mendominasi pikiran Si Tertindas. Wujudnya bisa apapun, bisa dewa atau Tuhan, bisa juga sosok manusia sakti mandraguna, yang biasanya berlanjut pada kekaguman, lalu berujung pada pengkultusan si yang disebut Sang Penolong tadi.

Lex dalam sudut pandang sebagai manusia biasa, memandang bahwa kehadiran Sang Penolong berwujud Superman, yang notabene adalah makhluk dari planet lain, justru mematikan potensi manusia biasa, menghilangkan keinginan untuk meraih pencapaian, dan memunculkan kemalasan luar biasa, untuk menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapi oleh masyarakat manusia, karena toh sudah ada Superman yang menyelesaikan permasalahan bukan ?

Memang benar, bahwa yang mengampu tugas untuk menjalankan roda operasional negara, adalah bapak- ibu yang kita pilih untuk duduk di pemerintahan, berikut kaki tangannya di sepanjang sistem birokrasi negara ini. Namun, nampaknya, melihat keadaan luasnya wilayah Indonesia, yang kalau ditempel di peta Eropa, luasannya sama dengan London- Moskwa, Stockholm- Roma, serta jumlah manusianya yang dua ratusan juta lebih, menggantungkan diri pada pundak manusia yang duduk di pemerintahan,untuk menyelesaikan masalah di sekitar kita, adalah seperti menunggu datangnya Superman, yang peluang datangnya sangat kecil.

Salah satu peluang untuk memberikan peluang yang sama bagi setiap warga negara untuk maju, adalah pendidikan dasar. Okelah, nampaknya memang sudah ada semacam perbaikan, atau mungkin percobaan, pada sistem yang berjalan di pendidikan Indonesia, sampai saat ini.

Nah, ternyata, masalah yang sama juga dihadapi oleh AS, terhadap kualitas pendidikan bagi warga negaranya. Soal kualitas guru yang buruk, pabrik drop out, sampai meningkatnya kejahatan di kalangan remaja, karena pengaruh langsung dari berjibunnya remaja putus sekolah.

Nah, di sini, mungkin beda tantangannya, apa misal ? Keberingasan remaja SMU, geng dan tawuran, merebaknya video porno yang dilakukan oleh pelaku remaja, dan sebagainya. Mungkin memang kasuistik, tapi kita tidak bisa berlepas tangan, bahwa ada pengaruh lingkungan sekitarnya bukan ?

Sekedar berbagi, dokumenter tentang salah satu gerakan yang dibuat oleh beberapa warga AS, setelah melihat buruknya sistem pendidikan di negaranya sendiri. Semua lengkap ada di Youtube, bisa dilihat di tautan video sampingannya :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 6, 2011 by in Philosophy and tagged , , .
%d bloggers like this: