Usual Storyline

oeuvre

Survival Manual

Sejauh mana kenyamanan fasilitas hasil peradaban melemahkan kewaspadaan insting kita ? Sebenarnya, ini pertanyaan lama, atas pilihan usang, yang tidak jadi dipilih juga, untuk menjalani hidup sebagai bagian dari militer.

Menjadi bagian dari masyarakat sipil, yang cenderung untuk menuntut atas hak, dan abai kepada kewajiban publik, setidaknya mengandung unsur lain yang jadi bahan pertimbangan, apa dampak kemanjaan atas keteradaban ini dengan melemahnya insting untuk mempertahankan diri dari bahaya ?

Apa jaminan struktur sosial tidak akan hancur ? Tidak ada sama sekali, karena kesadaran kolektif itu sifatnya sirkular, ada kala generasi yang membangun memegang teguh, dan generasi berikut yang memperlemah urusan relasional antar mereka ( kita) sendiri. Atau bisa jadi urusan relasi dengan kaum di luar masyarakat yang dimaksud, bisa juga urusan bencana alam, kan.

Kalau sempat mengingat ajaran Pak Geert Hofstede, tentang dimensi budaya, dimana didalamnya terdapat banyak variabel yang menjadi bahan pertimbangan, dalam penggambaran budaya atau karakter komunitas, maka variabel kemudahan beradaptasi dengan ketidakpastian ( Uncertainty Avoidance), adalah salah satu yang sangat penting, untuk diperhitungkan.

Dimensi Budaya Hofstede

View this document on Scribd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 31, 2012 by in Concept and tagged , .
%d bloggers like this: