Usual Storyline

oeuvre

Simbologi Saga Batman

Bruce Scar

Bruce’s Background, Alex Ross

 

Bukan perkara yang bisa dianggap serius, ini cuma membicarakan kisah lama, dongeng masa kecil, komik murahan terbitan penerbit lokal, tentang tokoh pahlawan rekaan bernama Batman, Sang Ksatria Malam.

Seperti halnya wayang, simbol dalam setiap penokohan, sama sekali tidak membatasi latar yang menjadi lingkungan sang tokoh. Latar inilah yang menjadi bahan pengarang, untuk membangun konstruksi budaya yang lebih manusiawi, sekaligus bermuatan. Sosok Batman sendiri yang adalah alter ego dari tokoh Bruce Wayne, memang nyaman untuk dijadikan bahan tumpang banyak kisah, mulai dari muatan  simbol anarkisme utopia, konflik horizontal penguasa versus warga, ketidakadilan dalam format keadilan yurisprudensi positif, psikopatik jenius yang juga sosiopat,  judi moneter ala pasar saham, vandalisme atas dorongan ledakan testosteron, banyak lah kisahnya. 

Sebenarnya, bukan sosok Batman yang dibahas, melainkan konteks budaya yang melingkupinya, baik motif sang tokoh, maupun motif penulis Batman sendiri, Bob Kane dan Bill Finger. Saga Batman diadaptasi oleh Chris Nolan dalam trilogi Batman Begins, Dark Knight, dan Dark Knight Rises. Mau tidak mau, trilogi ini membawa romansa lama, memori tentang sosok rekaan ini. Berikut penggalan kicauan dari @Karangkedempel  :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 20, 2012 by in Review and tagged , , .
%d bloggers like this: