Usual Storyline

oeuvre

Teks

Homo sapiens dari catatan arkeologi sebenarnya masih relatif muda, catatan fosil menunjukkan kemunculan mereka 200,000 tahun yang lalu, bandingkan dengan usia Planet Bumi yang 4,54 miliar tahun. Dari 200,000 tahun kemunculan Homo sapiens, peradaban yang pertama kali mulai menggunakan literasi adalah Sumeria, di Mesopotamia, itupun baru tahun 3100 SM. Sekarang tahun 2000-an, berarti manusia memang masih muda, dan baru saja bisa menulis sekaligus membaca, baru 5000 tahun maksudnya.

Homo sapiens, dari jejak kromosom, terlahir pertama kali di Afrika, mereka berjalan keluar Afrika, agak lama di area bulan sabit Timur Tengah, baru kemudian melakukan diaspora ke benua lain yang belum mereka jelajahi sebelumnya. Benua terakhir yang mereka injak adalah Amerika, lewat Selat Bering ( Out Africa Theory).

Apakah Adam adalah manusia kera pertama berjalan tegak, yang punya akal budi ? Bagi Anda yang percaya bahwa Tuhan itu ada, dan sempat- sempatnya menginformasikan lewat teks, maka bisa jadi iya. Teks, yang disebut kitab disucikan ini yang akan menjadi media informasi, bahwa Tuhan menyatakan Dia ada, dan menganjurkan banyak aturan ke spesies manusia, untuk tata cara hidup, berikut moral terhadap lingkungan. Kembali kepada si spesies Homo sapiens, yang ternyata diberikan akal budi, untuk patuh atau menolak anjuran bermedium teks, dari yang mengaku menciptakan mereka (kita).

Setidaknya sudah terjadi minimal 5 kali momen pemusnahan massal di Planet Bumi, dalam rentang 4,54 miliar tahun, dan itu biasanya lewat perubahan iklim ekstrim. Biosfer berubah, maka mampuslah organisme yang bergantung dengan banyak elemen di dalamnya. Homo sapiens alias manusia ini usianya pendek, jadi tidak semua paham bahwa dirinya adalah bagian kecil dari mata rantai organisme di biosfer, yang saling terkait dalam kaidah ketergantungan ekologis.

Jadi, saat membaca teks, sambil membaca teh, sebenarnya adalah waktu untuk menjadi bagian dari aktivitas akal budi paling mutakhir. Teks ? Mutakhir ? Ya, spesies mana lagi yang bisa melakukan komunikasi literer ? Lumba- lumba dan simpanse sepengetahuan kita, manusia, belum mencapai tahapan komunikasi literer, baru oral, dan itupun baru diantara mereka sendiri yang paham konten informasinya.

Rasakan saja, menjadi bagian dari mata rantai evolusi spesies, yang tersambung dari kromosom DNA kita. Dari Adam, hingga manusia saat ini, di kromosomlah informasi tersimpan. Bisa merasakan ? Belum ? Baca lagi ya…

Kineruku

Buku dan Teh Hangat di Kineruku Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 30, 2012 by in Philosophy and tagged , , , , , , .
%d bloggers like this: