Usual Storyline

oeuvre

Kelaziman

Lahir di tengah peradaban yang sudah memiliki habitus kelaziman, seringkali menimbulkan pemikiran bahwa tidak ada opsi lain, selain memilih untuk menjadi bagian dari ekosistem dan habitusnya. Liyan bisa jadi adalah tanda ketidakmampuan untuk beradaptasi, salah satu ukuran ketangguhan menghadapi apa yang disebut dengan seleksi alam, atau karena inspirasi lain, yang melahirkan opsi baru, di luar habitus yang sudah menjadi kelaziman dalam sebuah ekosistem makhluk hidup berakalbudi. Inspirasi itu bisa diklaim sebagai wahyu dari Tuhan – jika percaya-, atau bisa juga karena akalbudi yang tidak sepenuhnya dalam kondisi terkendali, bisa disebabkan oleh konsumsi substansi sedatif, atau halusinogen sistem saraf lain, semacam LSD dan jamur tahi sapi, bisa jadi.

Lahir di tengah peradaban yang menggunakan fractional reserve banking, maka gagasan untuk menerapkan full reserve banking adalah sebuah kemurtadan, atau bisa juga kegilaan jenis baru. Hadir di sebuah ekosistem yang beroperasi dengan debt based economy, maka inspirasi untuk membangun productivity based economy adalah sebuah bidah, kebaruan yang diragukan keabsahan ukuran amannya, bagi khalayak.

Manusia lahir dan mati, dari 6.8 miliar spesies Homo sapiens di biosfer bumi, 60 juta manusia setidaknya mati tiap tahun, atau 160 ribu manusia mati perharinya. Ada juga yang lahir setiap hari, dan mereka yang lahir, harus beradaptasi dengan habitus kelaziman yang sudah dibuat dan dianggap mapan oleh manusia- manusia sebelumnya, yang akan mati juga pada saatnya tiba, entah kapan.

Manusia- manusia yang lahir belakang, seringkali membandingkan pencapaian yang sudah dibuat, dengan generasi sebelumnya yang sudah melahirkan mereka. Toh pembanding manusia paling dekat peluang terbesar tentunya manusia lain, bukan pencapaian spesies lain di luar manusia, peluang itu sangat kecil. Manusia yang lahir di abad ke- 20 merasa hebat, karena pencapaiannya yang sudah berhasil menyentuh bulan, area di luar biosfer bumi. Manusia ini merasa melangkah jauh lebih hebat dibanding nenek moyangnya, yang hanya untuk menggambarkan peta bumi saja, harus berjuang mati- matian mengarungi lautan, di abad ke- 15. Satu hal yang seringkali mereka lupakan, bahwa kedua pencapaian tadi jelas butuh sumber daya, setidaknya ada kapital besar yang mendukung manusia- manusia di dua zaman yang berbeda itu, untuk tetap makan layak dan sehat saat bekerja keras dalam jangka waktu satuan belasan tahun.

Sejak kemunculan teks 3000 tahun lalu, setidaknya itu yang diimani oleh ilmuwan sampai sekarang, jelas tidak semua manusia tercatat atau mau mencatatkan diri dalam catatan tekstual manusia, kita bisa sebut itu sebagai sejarah teks.Selama 3000 tahun itu, banyak kebaruan- kebaruan yang tercatat dan termanfaatkan. Termanfaatkan untuk membangun peradaban, dan tentu saja menghancurkannya, selalu ada dua sisi yang bis kita gunakan bukan ? Selalu ada kebaruan dalam kelaziman, begitu ternyata sejarah itu.

Menariknya mengamati kebaruan yang ditawarkan, seringkali menggugah selera dan nafsu untuk tetap menikmati warna hidup dan kehidupan. Namun seperti yang sudah disampaikan, bahwa dalam setiap kebaruan, selalu ada kelaziman yang mendukungnya. Dibalik inovasi- inovasi baru, ada disiplin lama keseimbangan neraca ( balance sheet), laporan laba rugi, aliran arus kas, dan aliran modal berikut bunga cicilan, yang akan terkuak, manakala apa yang disebut dengan kebaruan kita kuliti sampai tuntas.

Tidak ada yang benar- benar baru di bawah sinaran mentari, kelaziman mapan akan menjadi pondasi bagi kebaruan- kebaruan lain yang akan dibuat antar generasi. Ah, ternyata cuma begitu ya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 18, 2013 by in Philosophy and tagged , , .
%d bloggers like this: