Usual Storyline

oeuvre

Ultimate Fighting Championsip

“People often say, ‘Ah, ultimate fighting is so violent,’ but it’s rooted in martial arts. Martial arts incarnate respect. You can’t walk into a dojo and say to your sensei, ‘Hey, salut tabarnac!’ After every one of my fights I go and shake the hand of my opponent. I don’t need to hate the other fighter to fight him well. It’s a sport.”( George St Pierre, UFC Welterweight Champion)

Apa sedapnya menyaksikan dua lelaki bertarung sampai berdarah- darah di dalam ring oktagon ? Seolah dua binatang yang sedang berebut hak milik sampai mati, layaknya budak masa lalu yang memperjuangkan kebebasan di Colosseum, Roma ? Dimana kemanusiaan dan indahnya perdamaian dalam tayangan brutal itu ? Pertanyaan tersebut bukanlah tanda kelemahan, atau subyek yang mewakili para pecinta damai, melainkan sekedar ekspresi kekagetan sesaat, karena memang butuh perenungan untuk membaca aktivitas olah raga di Ultimate Fighting Championsip.

BJ Penn, Georges St. Pierre

Georges St. Pierre versus BJ Penn

Anda tahu, membaca karakter khas sebuah ekosistem bisa lewat dua manifestasi budaya saja : Kuliner dan Seni Perang/ Beladirinya. Kuliner adalah manifestasi dari peradaban dari sisi pangan, setiap manusia jelas butuh makan, dan cita rasa yang dibangun oleh indra pengecap, jelas akan mampu menjadi representasi khas dari budaya lokal setempat. Lalu, kenapa Seni Perang/ Beladiri ? Ancaman terhadap kehidupan manusia bisa berasal dari alam, berupa bencana, binatang, atau sesama manusia juga. Manusia mengembangkan seni- seni bertahan hidup dengan memanfaatkan organ tubuhnya, sebegitu indahnya hingga masing- masing kelompok atau ekosistem selalu memiliki seni perang yang khas, dan tentunya menarik untuk dipelajari.

Melihat tayangan UFC adalah usaha untuk membaca upaya bertahan hidup cara lama, metode paling dasar, yang masih tersisa dalam DNA kita, dari zaman nenek moyang dulu, mungkin 200,000 tahun lalu, ketika Homo sapiens pertama kali muncul di tanah Afrika.

Memang sekarang keamanan sipil sudah jadi tanggung jawab kepolisian, dan perang itu urusan tentara, tapi hei ! Tidak ada salahnya bukan mempelajari Seni Perang dan Bela Diri ? Mungkin ahli seni perang susah untuk mendapatkan pekerjaan di kota, dibandingkan para insinyur, dokter, akuntan, atau ilmuwan. Kalaupun dapat, biasanya di posisi non manajerial, bahkan non operasional, di bagian keamanan. Tapi hei ! Nikmati saja Sobat, tak ada salahnya untuk olah raga bukan ? Cuma lecet, patah tulang, atau berdarah, ah itu biasa bukan ?

One comment on “Ultimate Fighting Championsip

  1. edwinlives4ever
    May 23, 2013

    Men fight to survive, and then we die. It’s in our DNA.

    THAT’S WHAT WE DO.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 17, 2013 by in Review and tagged , , , , .
%d bloggers like this: