Usual Storyline

oeuvre

Mitologi Monyet

Not Christian or Jew or Muslim, not Hindu, Buddhist, Sufi or Zen. Not any region or cultural system.  I am not of the East, nor of the West. . . .

My place is placeless, a trace of the traceless.

( Jalalludin Rumi )

The greatest achievement of mankind is : being human ( Maximillian- Heartwood)

Kontroversi tentang evolusi manusia, biasanya berawal dari pemahaman dangkal, bahwa manusia adalah keturunan dari monyet, dan bagi manusia beragama tertentu, itu bertentangan dengan pernyataan Tuhan dalam kitab suci, yaitu bahwa Adam adalah manusia pertama di muka bumi, dan manusia modern sampai sekarang, adalah keturunan langsung dari perkawinan antara Adam dengan Hawa ( Eve).

Pemahaman dangkal, karena dogma disejajarkan dengan sains, dimana sains mengandung falsifikasi, setiap teori dari generasi awal boleh dan memang diberi peluang untuk dibolehkan patah, apabila generasi setelahnya mampu menghadirkan teori dengan bukti baru yang lebih meyakinkan, dan dapat diterima oleh kalangan sesama ilmuwan atau masyarakat ilmiah, di zamannya.

Upaya untuk membaca zaman, apakah Adam itu benar- benar ada, dan pernah hidup di muka bumi, sebagai manusia pertama yang menjadi simpul genom, sebenarnya sama pentingnya dengan upaya untuk memahami apakah Yesus atau Isa memang pernah menimba ilmu Budhisme di Kashmir selama berusia 12 sampai 35 tahun, atau kemana larinya harta Solomon atau Sulaiman, yang dalam kitab suci diklaim sebagai manusia terkaya dalam sejarah. Mendekatkan tokoh kitab suci sebagai manusia nyata yang pernah ada dan hidup berkarya di muka bumi, membuat perubahan- perubahan signifikan dalam peradaban manusia, seringkali ditakuti akan merusak imajinasi mitologis, yang dalam benak kaum beragama disebut sebagai kenyamanan iman.

Kenyamanan iman tidak sama dengan imajinasi mitologis dengan keberadaan manusia- manusia suci dalam kitab agama. Sains sebenarnya adalah upaya sederhana manusia untuk lebih memahami ukuran- ukuran dalam semesta, tidak ada bedanya dengan upaya untuk melakukan sebuah proses tafsir, ya sains adalah tafsir.

Hingga saat ini pun, sains masih terus berkembang, karena manusia terus berusaha untuk membaca, membuat tafsir akan ukuran semesta. Tafsir tentunya bisa mengandung kesalahan , dan itu sungguh manusiawi, karena itulah sains tidak layak dipertentangkan dengan dogma agama.

Manusia bukan keturunan monyet, itu bisa dipahami dari arkeologi dan genetika, paduan dua cabang sains itu bisa menjadi alat tafsir yang ampuh, hingga saat ini. Manusia bukan keturunan monyet, melainkan bersepupu, karena keduanya berasal dari nenek moyang yang sama, ini mungkin akan menimbulkan kontroversi lagi. Grafik di bawah ini mungkin bisa sedikit menggambarkan, jalur genealogi persepupuan antara manusia, simpanse, dan gorila :

page1-799px-BrainTree.pdf

Diagram Relasi Antar Spesies Homo

Dari grafik itu bisa diambil pemahaman, bahwa manusia modern baru ada di Planet Bumi, sekitar 200,000 tahun yang lalu, mungkin ini bisa dihubungkan, bahwa Adam dan Hawa eksis di tahun tersebut, atau dari tahun 2013 sekarang, jika satu satuan generasi itu 50 tahun, maka sudah 4000 generasi manusia turunan mereka yang pernah hidup dan mati di bumi. Kalau meneliti bahwa peradaban pertama yang meninggalkan artefak tulisan itu baru sekitar 4000 SM, di Sumeria, maka manusia modern baru bisa menulis selama 6000 tahun, atau ada sekitar 194,000 tahun peradaban yang berkomunikasi secara oral saja, belum ke tahapan literal.Tahapan sejarah baru berlangsung 6000 tahun, dan peradaban prasejarah berlangsung 194,000 tahun, masih muda sebenarnya usia sejarah manusia, relatif dibandingkan dengan usia prasejarah nenek moyang kita itu.

Lalu dari riset genom, fokus pada DNA mitokondria menemukan jejak bahwa manusia modern pada awalnya lahir di Benua Afrika, atau lebih tepatnya Kongo saat ini, lalu bermigrasi menuju daerah bulan sabit subur, Levantine, yang sekarang menjadi wilayah Yordania, Israel, dan Italia. Dari Levantine itulah manusia mulai mengembangkan bahasa literal, dan membangun peradaban- peradaban kompleks bersistem kerajaan, Sumeria, Mesir, Mesopotamia, Babilonia dan Kreta ( Yunani), yang meninggalkan catatan. Ada peradaban sebelum Mesir, yaitu Nubia di Afrika Utara, yang juga masih menjadi teka- teki.Dari Afrika tengah menuju Asia minor, lalu menyebar ke seluruh benua ini adalah peristiwa yang disebut dengan distribusi DNA mitokondria manusia. Dari sebaran rekam jejak itu bisa dipahami bahwa asal mula manusia memang dari satu sumber nenek moyang.

ancestry5_medium

Jalur Migrasi Homo sapiens Keluar Afrika

Usia prasejarah manusia yang jauh lebih lama dibanding usia sejarahnya, meninggalkan banyak teka- teki dan misteri. Simplifikasi usia manusia sejak adanya Adam seringkali bersumber dari teks kitab suci, yang berarti bahwa manusia sudah menginjak pada masa sejarah, yaitu ketika artefak berwujud tulisan sudah mulai dibuat.

Membaca masa lalu dari fosil ( arkeologi), akar bahasa ( linguistik), sistem sosial ( antropologi), dan DNA mitokondria ( genetika), adalah upaya keras untuk melakukan tafsir, tafsir atas asal usul keberadaan kita, manusia di Planet Bumi. Usaha keras antar generasi ini bukanlah upaya untuk membenturkan antara hipotesis sains dengan dogma agama, justru dari upaya inilah manusia berupaya memperjelas tafsir dengan ukuran- ukuran yang lebih mudah untuk dicerna, dipahami, dan dimanifestasikan dalam bentuk lain, untuk teknologi produksi obat dalam rangka memerangi penyakit dan memperbaiki kualitas hidup, atau produksi makanan dalam rangka memenuhi kebutuhan metabolisme penduduk bumi, misalnya.

Dari ukuran- ukuran hasil tafsir semesta itu pula kita, manusia bisa memahami, bahwa proses penciptaan dan pemeliharaan kehidupan di Planet Bumi, sungguhlah bukan proses yang disebut sederhana dalam pandangan manusia. Proses terwujudnya kehidupan yang dimulai dengan unsur hidrogen dan oksigen tidak jamak terdapat di semua planet tata surya kita, memang pernah terjadi di Planet Mars, walau kemudian musnah.

Proses terjadinya kehidupan sungguh sebuah keajaiban, mungkin kita sekarang sudah mampu menerjemahkan semua komponen dan durasi yang terjadi saat Planet Bumi terbentuk, terwujudnya benang kromosom dalam sop purba, hingga lahirnya tumbuhan, dan bakteri di lanjutannya. Tapi manusia modern juga baru paham, bahwa Hipotesis Gaia, yang menerjemahkan hubungan dinamis interaktif, antara keseluruhan komponen di bumilah yang memungkinkan kehidupan bisa dipertahankan dalam biosfer, dan manusia jelas hanyalah sebagian kecil dari ekosistem biosfer bumi, baru disadari pada menjelang akhir abad ke-20, itupun setelah 20 tahun upaya untuk menjelaskannya di kalangan ilmiah.

Entah kenapa, semakin dalam manusia berupaya menafsir ukuran semesta, semakin paham pula bahwa keberadaan manusia itu sendiri adalah sebuah komponen kecil, yang ditunjang berbagai komponen- komponen besar saling mendukung satu sama lain. Bahkan sekarang kita mulai tersadar, bahwa usia anak keturunan manusia masih jauh lebih muda dibandingkan dengan usia Planet Bumi, atau usia kehidupan di sini. Tanpa manusia pun, bisa dipahami bahwa Planet Bumi akan tetap lestari tanpa cacat apapun. Lalu kenapa kita bisa sampai ada ? Dan apa fungsi kita di Planet Bumi ?

Jika Anda adalah manusia yang percaya bahwa Tuhan itu ada,mengimani bahwa Dia berkomunikasi dengan teks lewat penghubung manusia yang disebut dengan para nabi, dan Anda juga suka menafsirkan ukuran- ukuran dalam semesta, mungkin Anda tidak akan gegabah menafsirkan teks kitab suci secara literal. Ada banyak ukuran- ukuran kompleks yang akan membuat Anda takjub, bahwa manusia memang terlalu kebetulan dan sangat diuntungkan dengan fasilitas- fasilitas di planet ini, semisal air dan oksigen, yang keduanya terhubung langsung dalam produksi daur krebs oleh tumbuhan, dan ukuran- ukuran pola iklim, cuaca, atau siklus ekologis lain, yang begitu indah dan kompleks, sekaligus seimbang.

Tidak ada kontroversi, mungkin ya karena jarang baca dan tidak mau tahu saja, itu sih, kata saya, yang bikin pendangkalan konsep kenyamanan proses beriman.

Mau tahu ilustrasi perbandingan rata- rata morfologi manusia dengan nenek moyang ? Berikut mungkin bisa membantu :

evolution_1903_wideweb__430x328,1

Perbandingan Antar Spesies Homo

Keterangan gambar :

1.  Homo habilis, pernah hidup di bumi antara  2.4 sampai 1.6 juta tahun yang lalu
2.  Homo sapien, lahir di bumi 200,000 tahun yang lalu hingga sekarang 2013
3.  Homo floresiensis, pernah hidup di bumi antara 95,000 sampai 13,000 tahun yang lalu
4.  Homo erectus, pernah hidup di bumi antara 1.8 juta tahun sampai 100,000 tahun yang lalu
5.  Paranthropus boisei, pernah hidup di bumi antara 2.3 sampai 1.4 juta tahun yang lalu
6.  Homo heidelbergensis, pernah hidup di bumi antara  700,000 sampai 300,000 tahun yang lalu.
7.  Homo neanderthalensis, pernah hidup di bumi antara  250,000 sampai 30,000 tahun yang lalu

Lalu, apakah manusia sejak 200,000 tahun lalu, hingga sekarang, menjadi bertambah cerdas ? Atau justru semakin bodoh ? Berikut pranala luarnya :

1. Time

2. Cnet

6 comments on “Mitologi Monyet

  1. ikhwanalim
    April 19, 2013

    jadi, ketika Adam pertama kali ada di dunia, sebenarnya spesies lain keturunan monyet masih ada? begitu ya, mas? hehe😀

    • Maximillian
      April 19, 2013

      Menarik memang narasi teks kitab suci, jika kita juga berusaha membaca “Ayat- ayat Tuhan” yang tersembunyi di semesta. Jarak antara Adam ke Idris sangat jauh, mungkin lebih jauh daripada yang selama ini terbayang di benak penafsir literer.

      Mungkin masih ada sisa- sisa Neanderthal yang belum punah, bisa jadi kan ? Apakah manusia bumi modern memang telah menjamah semua sisi bumi ? Saya masih skeptis dengan klaim megalomania, bahwa manusia bumi sudah mengenal bumi yang selama ini kita tinggali.

      Menarik kalau kita berusaha menafsirkan teks naratif kitab suci dengan alat- alat sains dan matematika modern, maka akan semakin jauhlah para manusia- manusia yang disucikan dari mitologi, dan semakin kita kagum karena mereka juga manusia biasa, dengan pencapaian luar biasa.

  2. edwinlives4ever
    May 23, 2013

    Evolution is not only about time but also about generation. Adam was the first homo to be the complete sapiens.

  3. Pingback: Kuota Hutang Global | Usual Storyline

  4. Ludy
    December 26, 2013

    ngak sengaja nemu web si agan..

    klo gw berasumsi,
    generasi 1: adam hawa > sejenis homo2an yg tertera di atas deh..
    generasi 2: manusia (karna evolusi)
    generasi 3: nabi isa, cs…
    generasi 4: sampe skrg…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 16, 2013 by in Philosophy and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: