Usual Storyline

oeuvre

Akira Kurosawa’s Dream

Film ketiga yang sempat dinikmati dari maestro, Akira Kurosawa. Film yang tidak banyak berdialog, lebih berupa tampilan- tampilan simbolik delapan cerita terpisah, ansambel mimpi dan hidup, dalam persepsi personal Akira Kurosawa. Setelah Ran dan Kagemusha, yang berlatar Jepang era feodal, Dream (1990)  ini memang agak mengagetkan, sekaligus membahagiakan. Khas Akira Kurosawa dengan sinematografi fantastis di zamannya, berikut narasi dan latar yang dibangun juga merefleksikan kultur Era Edo, dengan bumbu maskulinitas yang amat sangat kental, khas Bushi.

Bagi para kolektor novel grafis klasik karya Kazuo Koike dan Goseki Kojima, terutama serial Lone Wolf and Cub, maka melakukan observasi khusus untuk semua karya sinematik maestro Akira Kurosawa, adalah sebuah keniscayaan.

Justru baru tahu akhir- akhir ini, bahwa Ran dan Kagemusha adalah dua puncak karya epik Akira Kurosawa, dari 30 film yang pernah dia hasilkan, selama hidupnya. Beruntung juga baru 2 kali menyaksikan karya sang maestro, dan keduanya adalah adikarya, masterpiece ! Yang lebih kebetulan adalah, sebelum menyaksikan Kagemusha, sempat menelaah novel grafis Koike dan Kojima, Path of  The Assassin, yang kisahnya mengangkat perjalanan Hattori Hanzo, master intelijen, pengawal pribadi Tokugawa Ieyasu, sebelum menduduki posisi utama pengatur Jepang, shogun.  Kagemusha mengangkat sosok Takeda Shingen, tuan tanah ( daimyo) tangguh, sebelum era persaingan tiga sahabat, Nobunaga – Ieyasu – Hideyoshi.

POA 6

Path of The Assassin (Gekiga Manga) Kazuo Koike & Goseki Kojima

Satu hal yang menarik perhatian adalah, sinema- sinema dengan apresiasi positif, yang diproduksi untuk kepentingan komersial, yang berarti produsen harus berpikir kembali modal, bahkan profit, dari negara- negara dengan koefisien gini rendah , cenderung lebih tidak dramatis. Narasi, plot, karakter yang dibangun selama 180 menit sinema berjalan, cenderung reflektif dan introspektif, bagi penontonnya. Agak berbeda dengan negara- negara yang memiliki angka koefisien gini tinggi, yang berarti kesenjangan sosial ekonomi juga tinggi, cenderung lebih dramatis, menguras perhatian penonton.

Mungkin menarik juga membuat semacam observasi ilmiah; relasi antara ekspresi seni sinema dengan tingkat kesenjangan pendapatan, dalam sebuah negara atau kawasan, dalam satuan waktu tertentu. Sinema bagaimanapun adalah cermin zaman dan budaya sebuah kawasan, dan tentunya tingkat distribusi  pendapatan penduduk sebuah kawasan, akan mampu memicu terjadinya fragmen- fragmen drama, dalam keseharian realitas mereka. Selain kepentingan komersial, pengangkatan tema berbasis fragmen sosial pasti jadi pertimbangan produser dan investor, jika segmen mereka menyasar ke konsumen lokal.

Ada kawan,alumni Harvard BS, yang kemarin sempat mengajari saya tentang belakang layar kapitalis- kapitalis investor kelas kakap Silicon Valley dan Hollywood, bahwa probabilitas resiko investasi untuk film itu bisa sampai 1: 5, sedangkan untuk produk berbasis komputer dan teknologi informasi, bisa sampai 1: 10. Film- film generator sales untuk Hollywood, dengan mengejar dua minggu pertama penayangan musim panas, di bioskop- bioskop utama dunia,  bisa langsung balik modal, bahkan profit berlipat, menarik juga ya ?

NB :

Bagi pembaca blog yang tertarik dengan karya Akira Kurosawa ( Dream) , Kazuo Koike, dan Goseki Kojima ( Lone Wolf and Cub), bisa menghubungi empunya blog ini. Berikut beberapa tampilan visual Dream, yang memang layak selalu ada dalam memori penontonnya :

vlcsnap-2013-04-15-23h52m29s128

Barisan Pengantin Rubah

vlcsnap-2013-04-15-23h55m07s169

Festival Boneka Hina Matsuri

vlcsnap-2013-04-15-23h56m25s186

Barisan Arwah Pasukan Jepang

 

vlcsnap-2013-04-15-23h57m25s20

Lukisan Hidup Vincent Van Gogh

vlcsnap-2013-04-16-00h01m19s52

Desa Swasembada Energi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 3, 2013 by in Review and tagged , , , .
%d bloggers like this: