Usual Storyline

oeuvre

Kuota Hutang Global

Kenapa bisa negara- negara maju, dengan putaran ekonomi raksasa, mereka yang mendominasi pasar global, punya bujet besar untuk menggaji banyak tentara, serta membuat senjata militer, punya universitas- universitas terbaik, laboratorium sains- teknologi tercanggih,  dan sering disebut dengan negara- negara kaya nan digdaya, ternyata di sisi lain juga punya hutang raksasa ? Lalu apa yang disebut dengan kaya dan banyak hutang itu tadi ? Apa definisi kaya dan hutang sesungguhnya ?

debt-external

Peta Hutang Global

Banyak pihak yang melakukan induksi tentang kenyataan ekonomi yang teramat sangat aneh ini, dan kesulitan mendapatkan jawaban yang memuaskan, karena sejak awalnya kita paham, bahwa hutang bukanlah perkara yang baik. Kalau bisa hidup itu menghindari hutang yang tak perlu, bahkan sebelum ajal menjemput sebisa mungkin tanpa hutang, karena hutang menghalagi masuk surga!  Tapi kenapa justru pihak yang disebut dengan modern, maju, dan mendominasi peradaban dunia, ternyata adalah pihak yang punya hutang terbesar ?

Jadi mari kita deduksi saja narasi tentang hutang, di peradaban manusia  (Homo sapiens)  ini secara pelan- pelan, bersama- sama, Saudaraku …

Mitos Ekonomi

Setidaknya ada empat narasi mitos yang menjadi keyakinan publik tentang operasi kapitalisme ; Pertama, bahwa ekonomi di peradaban manusia pada awalnya dan pada dasarnya adalah sistem barter (pertukaran barang) . Kedua, hutang (dan sistem bunga hutang) adalah sesuatu yang negatif dalam sisi moralitas ( setidaknya begitu yang disampaikan ajaran beberapa agama) . Ketiga, bahwa lembaga bernama pasar adalah sesuatu yang nyata dan independen, yang ada di luar sana, di luar rumah dan lingkungan pertetanggaan terdekat kita. Keempat, bahwa ada sesuatu fenomena yang disebut sebagai  “ekonomi”,  dan fenomena tersebut terpisah dalam satu kompartemen sendiri yang berbeda dengan kompartemen-kompartemen lainnya, seperti politik, kebudayaan, militer, dan  hubungan sosial- moralitas.

Hubungan ekonomi manusia tidak dimulai dengan barter dan ia bahkan tidak dimulai dengan uang; melainkan ia dimulai dengan hutang. Hubungan yang bersifat barter hanya bisa terjadi pada hubungan antara orang tak dikenal, asing/ alien, yang oleh karenanya adalah hubungan impersonal yang non-sosial. Di luar itu, hubungan pertukaran sebagian besar didominasi oleh orang-orang yang saling mengenal dalam sebuah masyarakat. Hubungan selalu adalah hubungan kemanusiaan. Dalam relasi hutang yang mengandung variabel kreditur ( pemberi hutang) dan debitur ( penerima hutang), selalu ada relasi manusiawi, bahwa penerima hutang harus mengembalikan hutangnya, sebuah moralitas yang hanya dimengerti spesies manusia ( Homo sapiens)

Pertukaran bukan transaksi antara orang tak-dikenal, melainkan hadiah antara orang-orang yang saling mengenal. Sebelum ada uang, orang punya hutang; ketika seorang penggembala membantu dengan memberi seekor kambing guna merayakan pernikahan anak petani, akan dicatat pemberian itu sebagai hutang yang akan dilunasinya nanti; demikian juga ketika penggembala membutuhkan beras atau mungkin hal lain yang dimiliki oleh petani itu.

Hubungan pertukaran manusia yang didasarkan hutang itu adalah hubungan moral yang dilihat bukan hanya sebagai hubungan ekonomis, tetapi awalnya lebih diutamakan sebagai hubungan agamis. Asal-muasal dari uang ada pada perasaan hutang primordial terhadap Tuhan, yaitu hutang dasar manusia kepada masyarakat-nya, atau pada kelanjutannya, kepada raja-nya. Rasa berhutang kepada masyarakat adalah dorongan yang diperlukan guna menciptakan masyarakat itu sendiri. Ia mendorong individu untuk menjadi bagian dan memberi sumbangsih terhadapnya.  Dorongan untuk berbagi, berkontribusi kepada ekosistem sosial, lingkungan, pada awalnya selalu dimulai dari pemahaman bahwa semua anggota manusia berhutang, dan hutang itu selalu harus dibayar, begitu aturan moralnya.

Hutang adalah substansi dasar sebuah masyarakat, oleh karenanya hutang itu sendiri bukanlah hal yang pada intinya negatif, melainkan merupakan bentuk perekatan yang menciptakan perasaan bersosial. Manusia dan masyarakat membutuhkannya. Akar moral ini akan digunakan oleh raja guna menciptakan bentuk hubungan hirarkis yang menjadi pondasi dari negara.

Legitimasi Agama dan Negara

Dari Raja sebagai Tuhan, legitimasi ini akan dipindahkan kepada ilmu pengetahuan, dan berakhir kepada dogma yang didasarkan atas ide pengetahuan kelaziman. Hal yang pada awalnya dilaksanakan oleh gereja/kuil diambil alih oleh raja sebagai pengejawentahan negara. Agama dan raja menjadi satu. Ini adalah legitimasi dari uang dan, berkaitan dengan itu, legitimasi daripada pajak.

Pajak, berbeda dengan pandangan modern, tidak ditarik agar negara bisa menyediakan barang- barang publik, ia ditarik untuk menciptakan pasar dan oleh karenanya, memperkuat dan melebarkan militer negara.

Ketika raja mengeluarkan uang, dia juga memaksa rakyatnya untuk mengembalikan uang yang dikeluarkannya dalam bentuk pajak. Karena raja menggaji tentara-nya dengan uang yang dikeluarkannya, pajak memaksa rakyat untuk menyediakan barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan tentara, agar mereka mendapat uang itu untuk bisa dibayar balik kepada negara. Pasar tercipta sebagai paksaan negara untuk memenuhi kebutuhan tentara.

Pada saat yang bersamaan adalah cara mendapatkan koin, yaitu emas atau perak: melalui perbudakan. Ekspansi dari negara, i.e., ekspansi dari pasar, membutuhkan bukan hanya ekspansi dari pengguna uang tetapi juga penciptaan dari uang. Hal ini dilakukan melalui pertambangan-pertambangan milik negara yang dijalankan oleh budak-budak. Sistem ini berdasar pada asumsi akan pertumbuhan. Ini berarti makin banyak rakyat yang hutang-nya makin besar sehingga tidak mampu lagi membayar prinsipal ataupun bunga sekalipun. Ketika manusia meninggalkan hubungan sosial dan memasuki hubungan pasar, kemungkinan besar pada suatu saat ia akan terjerat dalam hutang yang tidak terbayarkan.

Bentuk sirkuler dari uang–pajak–uang adalah jerat guna memaksa orang untuk mengambil bagian dalam pasar yang tercipta. Berbeda dengan pertukaran sosial, pasar ini mengubah hubungan masyarakat menjadi hubungan antar stranger, hubungan-hubungan ekonomi modern mulai tercipta sebagai bagian erat dari ciptaan negara, bukan sebagai ciptaan hubungan antar-manusia.

Ketika manusia meninggalkan hubungan sosial dan memasuki hubungan pasar, kemungkinan besar pada suatu saat ia akan terjerat dalam hutang yang tidak terbayarkan. Ketika jumlah mereka cukup, akan ada ledakan protes sosial. Hampir semua protes sosial didorong atas keinginan untuk menghapus hutang.

Protes sosial seringkali menciptakan kondisi yang sangat merugikan negara, seringkali bahkan menghancurkan legitimasi-nya. Oleh karenanya, raja beserta masyarakat selalu menciptakan mekanisme-mekanisme tertentu guna memenuhi keinginan protes sosial: yaitu menge-nol-kan hutang. Pada zaman dahulu, bentuk-bentuk macam ini dilembagakan sebagai bagian dari kebijakan sosial negara.

Negara Modern

Sejarah peradaban Homo sapiens ( manusia) tidak mendadak langsung melompat ke sistem Bretton Woods 1944, pasca Perang Dunia II lalu. Semua pengetahuan dan evolusi sistem sosial masyarakat ini modelnya penggabungan antar generasi, generasi awal membangun sistem, lalu diperbaiki dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya, selalu ada pewarisan, penambahan, pengurangan, atau sebut saja penyempurnaan.

Sejak 200,000 tahun yang lalu, ketika generasi pertama Homo sapiens dilahirkan di Planet Bumi, dari model sosial pemburu nomaden,ke  kerajaan klasik, hingga sampai ke negara modern, selalu ada tautan benang merah yang sangat jelas, walau tak semua manusia mampu dan mau melihatnya, Saudaraku…

Lalu, kembali lagi ke pertanyaan awal tentang kuota hutang global, kenapa negara- negara maju, dengan nilai putaran ekonomi raksasa, pasti juga memiliki hutang yang raksasa pula ? Berikut ini daftar 10 negara dengan nilai hutang terbesar di dunia :

12f2b36ba60d145312f7581c85f3b8f4

Negara modern sebenarnya tidak jauh beda dengan institusi swasta semacam perusahaan, yaitu mengenal sistem akuntansi dengan upaya untuk menjaga keseimbangan dua lajur, debit dan kredit. Perusahaan yang mampu menunjukkan performa bisnis, yaitu perpaduan antara kecepatan putaran kas dan penambahan aset, akan dipercaya oleh pihak kreditur, dan mudah untuk mendapatkan pinjaman hutang.

Akuntansi di skala negara, di lajur debit direpresentasikan oleh GDP/PDB ( Produk Domestik Bruto), dan di sisi kredit direpresentasikan dengan hutang ( dan ekuitas), keduanya diupayakan seimbang, maka itu ada yang namanya rasio hutang terhadap PDB ( Debt to GDP Ratio).

June 3 George Chart_7

Hutang inilah yang pada awalnya sebagai basis untuk membangun aset- aset negara, dan aset- aset itu diputar sedemikian rupa, sehingga mampu mengembalikan modal dan mungkin mendapatkan keuntungan. Negara dan perusahaan ( kompeni/ korporasi) itu sama sistem akuntansinya, cuma beda di skala ukuran, itu saja.

Negara akan membebankan hutangnya ke setiap kepala warga negara, dan mendapatkan pengembalian dalam bentuk pembayaran pajak, kaidah putaran kas itu ada, walau mungkin tak semua warga negara paham, bahwa setiap kepala mereka dibebani hutang, oleh negara.

Jadi, negara- negara yang disebut dengan negara maju tadi, dengan diawali oleh kuota hutang yang besar,  relatif lebih mudah untuk membangun SDM warga negaranya ( faktor produksi), sembari menumpuk kekayaan berlipat lewat putaran ekonominya  ( lihat ukuran Gross Domestic Product/ Produk Domestik Bruto, agregat barang/ jasa diproduksi sebuah kawasan/ negara) , yang disokong dengan efisiensi dan produktivitas lebih tinggi, karena infrastrukturnya yang lebih mapan dan tentunya tenaga SDM berkualitas/ terdidik dengan baik .

Negara- negara yang dilabel status berkembang, dengan diawali oleh kuota hutang lebih kecil dibanding negara maju, harus berpacu antara meningkatkan kualitas SDM ( faktor produksi), sambil berusaha mengembalikan modal ( hutang), dan meraih keuntungan seadanya.

g8countries

Negara Anggota G8

Lalu, kalau di kerajaan- kerajaan klasik selalu ada mekanisme penghapusan kuota hutang global, apakah mekanisme itu juga ada di negara modern ? Seperti yang dikatakan di akhir tadi, bahwa negara modern lahir atas izin dari kerajaan klasik sebelumnya, yang sudah berdiri ribuan tahun, maka sudah pasti mekanisme pemutihan kuota hutang global itu ada. Bagaimana mekanismenya ? Ya sebaiknya kita kopi darat saja Saudara, mari …..

Catatan :

1. Sebagian narasi dipetik dari etnohistori.org

2. Referensi dari Debt; The First 5000 Years, David Graeber.  Jika berminat, bisa kontak empunya blog ini.

3. Penjelasan tentang mekanisme Transfer Pricing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: