Usual Storyline

oeuvre

Ekonomi Obelix

Setelah kesekiankalinya Obelix dengan hanya seorang diri, menghajar sepasukan bala tentara Romawi yang baru didatangkan dari Benteng Totorum, Caesar merenungkan cara lain yang bisa diambil, untuk menaklukkan kampung pemberontak, orang- orang Galia ( Suku Gaul adalah Suku Perancis kuno). Orang- orang Galia ini punya kekuatan fisik luar biasa, hasil minum jamu ajaib Getafix,  mereka juga kompak, strategi militer Romawi selalu gagal selama ini.

obelixnco

Obelix Menghajar Batalion Romawi Sendirian

Seorang Romawi muda bernama Preposterus, yang telah mempelajari ekonomi, mengusulkan untuk mengintegrasikan Galia ke dalam arus kapitalisme global, dan menaklukkannya lewat strategi pasar. Caesar setuju, Preposterous  mulai bergerak ke teritorial Benteng Totorum , untuk upaya membuka jalan, berkenalan dengan satu- satunya produsen menhir di Kampung Galia, yang tidak lain adalah Obelix, orang berbadan terkuat di kampung tersebut.

Preposterus

Preposterus mengajukan proposal ke Caesar

Preposterus lalu mengaku pembeli besar menhir, dan berjanji akan membeli setiap menhir yang diproduksi oleh Obelix, sehingga Obelix bisa kaya raya sebagai produsen menhir, Preposterous memberikan alasan bahwa orang kaya adalah orang yang kuat sebenarnya, bukan orang kuat fisiknya, seperti yang selama ini dipahami Obelix.

Obelix mulai memproduksi menhir yang menjadi pesanan Preposterus, satu menhir perharinya. Semakin hari, Preposterus mulai meningkatkan jumlah permintaan, dan tentunya meningkatkan aliran uang ke Obelix.

Obelix mulai mempekerjakan warga desa lain untuk membantu dia membuat menhir, dan jumlah tenaga kerja yang masuk ke pabrik menhir Obelix mulai menyamai jumlah pemburu babi serta pematung, mata pencaharian tradisional orang Galia kala itu.

menhir

Asterix dan Bengkel Menhir Obelix

Obelix ingin melibatkan Asterix, sahabat dekatnya, ke dalam perusahaan yang dia bangun, namun Asterix tak pernah mau. Perusahaan ini lalu meningkatkan efisiensi dengan mempekerjakan pedati sapi, sehingga mampu mendistribusikan setengah lusin menhir, sekali angkut. Dengan kesibukannya ini,  Obelix mulai  mengabaikan Dogmatix, anjing kesayangannya .

Meningkatnya jumlah uang Obelix, yang juga berarti dia menjadi orang paling kaya di kampungnya, menimbulkan masalah lain, para istri mulai membandingkan suaminya dengan Obelix, yang jauh lebih muda, dan terlihat lebih sukses. Obelix mulai mabuk kekayaan, dan suka sekali memamerkan kesuksesannya dengan menggunakan baju mewah

Asterix mulai berpikir untuk memberi pelajaran pada Obelix, dia mendorong sesama penduduk Kampung Galia untuk memproduksi menhir, lalu menjualnya ke Romawi, dan mencatatkan nilai kekayaannya di papan, sebagai sebuah kompetisi. Getafix setuju untuk membuat jamu ajaibnya bagi penduduk kampung, sehingga mereka produktif memproduksi menhir. Karena penduduk Kampung Galia semua berkompetisi memproduksi menhir, maka pekerjaan memburu babi hutan dialihdayakan ke penduduk kampung lain.

Asterix, Getafix, Cacofonix dan Vitalstatistix, kepala Kampung Galia, tidak terlibat dalam sistem ekonomi baru ini. Asterix memperkirakan bahwa akan ada ledakan sosial, sebelum semuanya kembali normal seperti semula.

Preposterus membeli setiap menhir dengan harga yang terus meningkat,  lama kelamaan Benteng Totorum diisi dengan stok menhir, dan keuangan Caesar mulai terbelit utang.

Preposterus menjual menhir produksi Kampung Gaul, kepada para bangsawan Romawi . Dia menjelaskan bahwa menhir adalah simbol kekayaan dan ketinggian status sosial, strategi itu membuat tidak semua orang mampu membeli menhir. Tapi sebelum ia bergerak lebih jauh, seorang pebisnis Romawi menangkap peluang kompetisi pasar, dan mulai menjual menhir dengan harga jauh lebih murah, mulai terjadi mekanisme perang harga, dan menhir turun derajat menjadi sekedar komoditas tanpa fungsi yang jelas.

Caesar mulai cemas dengan stagnannya perputaran ekonomi menhir, dan beban hutang kas negara mulai menumpuk gara- gara kemacetan ini, dia mulai melarang penjualan menhir di wilayah Romawi. Larangan penjualan menhir ini berakibat hilangnya permintaan signifikan akan suplai menhir, dan pekerja di pabrik- pabrik penyuplai menhir di mulai protes, masa depan mereka suram, kemungkinan besar akan terjadi pemutusan lapangan kerja massal.

Melihat potensi konflik sosial yang parah, karena kemungkinan meledaknya pengangguran di wilayah Romawi, maka larangan Caesar ditangguhkan. Preposterus mengajukan proposal strategi lain, yaitu kompetisi yang mengakibatkan strategi perang harga, saling bunuh antar produsen.

Strategi ini cuma berjalan sesaat, karena suplai menhir impor dari Mesir dan Yunani mulai mengalir masuk ke pasar menhir Romawi.  Suplai meningkat drastis, termasuk menhir selundupan, tidak diimbangi dengan permintaan yang bertambah, membuat harga menhir jatuh bebas, menhir mulai tidak diminati pasar lagi.

Menhir Bubble

Gelembung Harga Menhir

Caesar mulai melihat potensi krisis ekonomi di Romawi, dan langkah awal, mulai dia memerintahkan Preposterus untuk kembali ke Galia, ke kampung kaum Gaul, yang menjadi titik pertama menghentikan suplai menhir paling besar. Jika gagal, maka Preposterus harus bertarung dengan singa, di Colosseum, sebagai gladiator.

Sementara itu, Kampung Galia sendiri tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi yang melanda Romawi, karena Benteng Totorum yang selalu menjamin pembelian, sambil menjaga perdamaian tentunya. Obelix mulai bingung dengan grafik dan tabel pasar, yang dia sendiri sebenarnya tak paham sama sekali, dan penduduk Kampung Galia mulai mengalami demoralisasi, bergaya mewah, tapi tak saling akrab satu sama lain, hilang sudah budaya keakraban klasik mereka.

Preposterus datang ke Kampung Galia, dan memberi tahu bahwa Romawi tak lagi berminat membeli menhir, dia memohon juga agar Kampung Galia berhenti menawarkan menhir, karena nyawanya tergantung dari proposal tersebut.

Obelix yang tahu pertama kali hal ini, mulai dimarahi penduduk sekampung, maka terjadilah perkelahian, tawuran sesama penduduk Kampung Galia, sebuah tradisi lama yang selama ini hilang, karena kesibukan warga bersaing meraih kekayaan. Penduduk Kampung Galia lalu giliran menyerbu Benteng Totorum sampai babak belur, termasuk Preposterus juga, yang masih ada di dalamnya.

Asterix ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh penduduk Kampung Galia, dengan tumpukan uang yang sudah mereka pegang. Ternyata Romawi lalu melakukan devaluasi mata uang, dan uang yang dipegang oleh penduduk Kampung Galia jadi tak punya nilai sama sekali.

Akhirnya Kampung Galia kembali ke budaya mereka semula, yang penuh keakraban, saling canda, dan tentunya berpesta pora menyantap babi hutan panggang yang lezat, bersama- sama.

160389_0_1600x1200_b3342770c0596015150f6900a29e54b797b25891

Perjamuan Babi Bakar Kampung Galia

Sumber : Obelix and Co

Catatan : Saudara bisa mendapatkan file format .cbr , silakan kontak Maximillian, admin blog ini.

One comment on “Ekonomi Obelix

  1. ikhwanalim
    July 25, 2013

    hehehe menarik..menarik.. tahu tanpa perlu baca komiknya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 24, 2013 by in Philosophy, Review and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: