Usual Storyline

oeuvre

Keberlimpahan

Follow the money and you will find the truth

Uang kertas yang kita gunakan sehari- hari adalah sebuah surat hutang, dan fakta besar itu anehnya jarang dipahami manusia terbanyak pengguna uang kertas, rakyat sipil. Entah dari mana salahnya, tetapi persepsi manusia tentang uang memang tidak banyak yang cukup utuh, cukup utuh untuk memahami bahwa produksi dan distribusi uang, sangat terkait dengan keberadaan negara, sistem bank, jual beli barang, bahkan standar moralitas komunitasnya. Pola keterkaitan uang adalah sebuah fakta keras, tapi tak banyak yang menyadarinya.

Neraca Bank Sentral Indonesia

Neraca Bank Sentral Indonesia

Overspesialisasi, seolah- olah setiap ilmu mampu berjalan saling terpisah, membangun budaya keahlian mendalam yang membentuk manusia- manusia dengan keahlian spesialis, namun celakanya memperkecil peluang komunikasi, melakukan deduksi dan menemukan irisan antar keahlian spesialis tersebut, membangun suasana alienasi antar aktor pelaksana semua pengetahuan. Fenomena ini yang dibangun sebagai lewat budaya akademik formal, lingkungan yang mengajarkan metode empiris, simplifikatif, sekaligus reduksionis.

Bahwa putaran uang itu juga ada hubungan erat dengan perubahan angka kelahiran/kematian, ledakan epidemi penyakit, kerumunan para pendoa di rumah ibadah, angka kriminalitas sipil, ekspansi militer organik , dan bahkan libido seks individu, kok bisa ? Karena memang overspesialisasi adalah mitos halus yang seolah dibuat fakta keras, oleh kita sendiri, lewat institusi akademik dan media massa.

Money Model

Model Moneter

Uang sebagai alat tukar transaksi, itu sebuah fakta keras. Sedangkan uang sebagai alat nilai dan alat penyimpan kekayaan, keduanya adalah mitos halus. Fakta keras dan mitos halus bisa mengandung fungsi, jika kedua hal paradoks diametral ini dibuat regulasi yang menjamin, bahwa tidak ada beda antara keduanya. Regulasi pertukaran barang dengan uang, atau bisalah kita sebut sebagai ekonomi, pada suatu masa memang membolehkan ketiga posisi uang ( alat tukar, alat nilai, dan alat penyimpan kekayaan), menjadi sebuah fungsi, artinya semua pelaku ekonomi, spesies manusia ( bukan babi, kera, atau lumba- lumba), bisa menggunakan uang untuk ketiga fungsi tersebut, secara legal sesuai regulasi.

Lalu, kenapa uang bisa jadi alat tukar ? Apa sebab musababnya keping emas, perak, kerang, tongkat bertanda, kertas, bisa punya fungsi strategis sebagai instrumen transaksi ? Regulasi penguasa, itu musababnya. Penguasa bisa direpresentasikan sebagai konsensus bersama penguasaan kolektif sebuah kawasan, atau bisa juga tangan besi pemilik tanah/ tentara bersenjata, atau wakil Tuhan, yang dianggap sebagai penguasa tunggal sebuah kawasan. Di sini, bisa ditarik benang merah, bahwa prasyarat adanya pasar adalah negara yang tertata. Pasar tak akan terbentuk jika tidak ada negara yang menaunginya. Apakah negara tersebut hanyalah sebuah kampung, pelabuhan, benteng, atau bangsa berbenua, ukuran tak jadi masalah. Sebelum ada pasar ekonomi, harus ada regulasi negara yang lahir mendahului.

Apakah semua pihak ( manusia) boleh dan mampu membuat uang, itu punya jawaban sama dengan pertanyaan, apakah semua pihak ( manusia) boleh dan mampu membangun negara ? Mitosnya semua negara bisa dibangun dengan konsensus, namun faktanya setiap kerumunan selalu ada yang menggiring, dan cenderung membatasi kemampuan individu untuk menentukan pilihan independen. Faktanya negara modern, yang menurut narasi akademik adalah dibangun dengan konsensus, ternyata adalah anak kandung kerajaan- kerajaan feodal, yang kekuasaannya dibangun dari hereditas genetik, penguasaan formal tanah, mitos utusan Tuhan, dan kekuatan militer.

Lalu, apakah konsensus- konsensus bernarasi demokrasi itu digiring penguasa juga ? Disini paradoks kecerdasan kerumunan terlihat nyata, kecerdasan manusia untuk memilih opsi, paling optimal terjadi saat posisinya independen, dan ketika manusia berada dalam kerumunan sesama spesiesnya, maka tarikan kepentingan akan saling mempengaruhi pertimbangan pengambilan keputusan, tidak ada itu yang namanya kebijakan kerumunan, karena manusia sebenarnya cuma berkompromi dalam ketidaksetujuan, setuju untuk tidak setuju, namun tetap bersedia berdamai dgn perbedaan itu.

Regulasi tentang fungsi uang dan distribusinya tidak terlepas dari hukum dasar ekonomi, permintaan dan penawaran. Hukum dasar ekonomi ini pun masih bisa dikendalikan dengan tombol lain, kelangkaan ( scarcity) dan keberlimpahan ( abundancy). Uang bisa dijadikan alat transaksi, karena sudah ada regulasi yang mendahului lahirnya uang. Uang sebagai alat nilai berubah naik turun karena tidak lepas dari tombol yang mengatur hukum ekonomi, kelangkaan dan keberlimpahan. Nilai uang akan turun jika berlimpah, dan akan naik jika langka. Kelangkaan dan keberlimpahan uang itu terkait dengan angka kriminalitas sipil, kerumunan pendoa di rumah ibadah, ledakan epidemi penyakit, dan bahkan sampai ke ekspansi militer organik. Dari sini, sudah mulai terlihat bahwa fenomena overspesialisasi adalah mitos halus yang dianggap fakta keras, semua hal saling terkait, dan selalu ada pola sekaligus pintu masuknya.

Variabel Ekonomi

Heksagram Variabel Ekonomi

Ledakan peradaban Sumeria di Levantine, perpindahan peradaban besar dari Levantine ke Kepulauan Kreta, lahir dan runtuhnya kerajaan- kerajaan besar di benua Afrika, Eropa, Asia, dan Amerika, sampai ke Perang Salib, hingga Perang Dunia I dan II, bahkan pemboman gedung WTC 2001 lalu, yang merembet ke agresi Irak diikuti penggantungan Saddam Hussein, semua punya punya pola yang sama, apakah jelas terlihat sebagai fakta keras, atau mitos halus ? Semuanya seolah- olah penuh drama romantis dan heroik, penuh cerita tragedi komedi, yang justru mengalihkan perhatian dari fakta keras, bahwa semua terkait dengan perebutan posisi pengendali otoritas uang, kendali kelangkaan- keberlimpahan suplai, apapun itu.

Mau tahu benang merah drama- drama di sejarah spesies manusia? Cukup mudah, coba lacak jejak alat transaksi (uang) yang digunakan untuk bertahan hidup (survival) dalam sistem sosial masing- masing peradaban, dan kebenaran seringkali muncul tiba- tiba, tanpa drama naratif, yang sering kali mengalihkan dari substansi elementer kehidupan spesies manusia.

5 comments on “Keberlimpahan

  1. wager
    September 23, 2013

    Blog yang luar biasa. Sepertinya saya sangat2 cocok dengan artikel-artikel yang dimuat di blog ini. Baru baca beberapa ahlaman saja namun langsung ngefans. terima kasih telah meluangkan banyak waktu menuliskan artikel bermanfaat ini. Sekalian juga salam kenal.

    • Maximillian
      September 23, 2013

      Salam kenal Pak, semoga bisa berbagi juga di blog yang Bapak sekalian sudah bangun.

      Terima kasih

    • wager
      September 24, 2013

      Terima kasih. Tautan blog ini sudah saya tambahkan di halaman depan menu kanan. Mudah2an bisa saling melengkapi.

      Silakan cantumkan link ke blog ini pada setiap komentar di blog dongbud, terlebih lagi kalau topik yang dibahas sama atau mirip, Jadi pembaca punya alternatif bacaan yang lebih bermutu, agar tidak abal2 terus2an. salam

  2. Titik Asa
    September 24, 2013

    Met malam,
    Bahasan singkatnya tentang uang ini sungguh luar biasa dan jelas. Pendek namun padat, walau sudah sering baca ttg hal ini, tetapi sepertinya tulisan ini memberi pencerahan baru untuk saya.

    Tetap menulis.

    Salam persahabatan selalu,

    • Maximillian
      September 25, 2013

      Terima kasih Pak, semoga bermanfaat, salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 2, 2013 by in Review and tagged , , , , , , , .
%d bloggers like this: