Usual Storyline

oeuvre

Legenda Pak Janggut

Piet Wijn - Douwe Dabbert 2 - cover

Sosoknya bantat kerdil, lebih mirip kurcaci daripada manusia, apalagi jika dilihat dari topi yang dikenakan. Janggut panjangnya sudah memutih, ditambah dengan baju tambalan, kesannya sangat bijak sekaligus baik hati pula. Orang tua berjanggut putih berbadan bantat ini selalu membawa buntelan, kemanapun dia pergi. Buntelan itu bukan buntelan bekal biasa, karena ia bisa mengambil barang-barang yang ia perlukan, baik di saat biasa (seperti makanan saat lapar) ataupun benda-benda yang bisa membantunya lolos dari bahaya. Bagi orang lain, kantung ini tidak berisi apa-apa, kecuali jika pemiliknya mengizinkan orang itu mengambil sesuatu.

Orang tua berjanggut putih berbadan bantat ini gemar sekali bertualang ke dunia baru, wilayah- wilayah sama sekali asing yang dihuni oleh manusia, atau makhluk lain, yang sama sekali belum pernah dikenalnya. Dalam setiap petualangannya yang seolah tak punya tujuan itu, dia bertemu dengan manusia biasa, penyihir, kurcaci, hewan yang mampu berbicara, peri, serta banyak sekali sosok- sosok lain yang sama sekali tidak lazim ditemui. Bertualang bersama dengan orang tua berjanggut putih berbadan bantat ini selalu menyenangkan, karena cerita baru selalu lahir, dengan segala konflik dan upaya penyelesaiannya.

Orang tua berjanggut putih berbadan bantat ini mengajak pembacanya untuk menyelami buruknya kesalahpahaman antar manusia, perbedaan budaya, karakter individu, konflik kepentingan, bahkan hingga gesekan kelas sosial, dalam cerita- cerita sederhana yang tak rumit, tapi juga tak meremehkan kecerdasan pembaca, menarik memang.

Petualangan- petualangan orang tua berjanggut putih berbadan bantat ini sebenarnya secara visual, membawa anak- anak pembacanya ke dunia yang faktanya penuh kengerian, ancaman, tipuan, bahkan bahaya yang bisa mengancam nyawa, tapi sama sekali tidak membuat ciut nyali, jika kita memang punya tujuan yang jelas hendak dituju. Bahwa bahaya adalah fakta, dan takut adalah persepsi kita sendiri, si orang tua berjanggut putih berbadan bantat inilah yang secara tidak langsung menanamkan pemahaman itu, ke anak- anak yang sempat menikmati petualangannya.

Dunia itu penuh dengan ketidakpastian, semua kepastian itu bisa terjadi karena usaha manusia untuk membangunnya, setidaknya dalam persepsinya, serta persepsi manusia- manusia yang berinteraksi dengannya. Jika kita menganggap bahwa ketidakpastian dunia itu adalah persepsi, maka disitulah kekeliruan fatal awal segala masalah. Ketidakpastian dunia adalah fakta nyata, sedangkan kepastian adalah persepsi yang kita buat sendiri, dengan segala ukuran- ukuran yang berusaha kita definisikan, lewat observasi semesta terlihat, maupun yang tak terlihat.

Orang tua berjanggut putih berbadan bantat itu namanya Pak Janggut. Pak Janggut adalah nama terjemahan Indonesia dari seri komik Belanda Douwe Dabbert yang diciptakan oleh seniman Piet Wijn dan penulis naskah Thom Roep.Secara keseluruhan, Pak Janggut telah membintangi dua puluh tiga buku komik. Dari tahun 1975 hingga 2001, cerita-cerita ini diterbitkan sebagai cerita bersambung di majalah mingguan Donald Duck Weekblad. Sebagian dari cerita terakhir digambar oleh Dick Matena karena adanya masalah kesehatan pada Piet Wijn.Di Indonesia, cerita Pak Janggut dimuat di majalah Bobo sebagai cerita bersambung.

Catatan :

Saudara bisa mengontak Maximillian jika berminat mendapatkan kopi lengkap komik Pak Janggut.

8 comments on “Legenda Pak Janggut

  1. Hastomi
    September 22, 2013

    min mau dong copy lengkap komiknya

  2. Ismail Sunni
    September 30, 2013

    Wah, dulu sering baca di Bobo, tapi Bobo edisi lama, tahun 70 atau 80an gitu *dulu baca dalam bentuk bundel.

    minta dong om, kalau ada softcopy-nya…

  3. makhluklemah
    October 13, 2013

    Sudah lupa dengan komik ini gan.. he

  4. Gugi
    November 2, 2013

    Wah saya juga boleh minta komiknya. Saya samar-samar ingat seri yang ini dulu baca di Bob. Kalau ga salah yg ini agak panjang.

    Thanks!

  5. Maximillian
    November 2, 2013

    done

  6. levianto
    December 30, 2013

    Boleh minta komiknya? Terimakasih sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 21, 2013 by in Review and tagged , , , .
%d bloggers like this: