Usual Storyline

oeuvre

Anjing

Om agamanya apa?  JeremyAnak SD

Pertanyaan langsung tanpa basa- basi semacam ini, mungkin akan membuat orang dewasa tersinggung, jika tak paham konteks diskusinya. Ya, anak usia 10 tahun ini bertanya langsung, karena tak lazim buat dia, sepanjang usianya yang baru 10 tahun itu, ada penganut Islam yang nampak akrab dengan binatang berjenis anjing.

Anak 10 tahun ini kebetulan orang tuanya Kristen, dan dia juga kemungkinan besar beragama Kristen, selama ini mengetahuinya muslim ( penganut Islam) selalu menghindari anjing, diendus anjing, dan akan langsung marah jika ada anjing yang berusaha mendekat, dalam beberapa kasus di perkampungan muslim lebih ekstrem, diracun diam- diam.

Maka jika dia, si anak 10 tahun ini, melihat ada orang dewasa- yang sebelumnya shalat- lalu akrab bermain- main dengan seekor Golden Retriever, tentunya kasus yang aneh sekaligus paradoks.

Siberian-Husky-Wallpaper-1-

Siberian Husky

Anjing ( Canis lupus familiaris), dan binatang pada umumnya, memiliki insting bertarung atau lari ( fight or flight), yang sebenarnya sangat bisa dipelajari oleh manusia, spesies Homo sapiens.  Keputusan bertarung atau lari ini sangat instingtif,  yang dibuat oleh sumsum tulang belakang, sesuatu yang harusnya tak perlu diproses oleh otak.

Sekolah formal, pendidikan yang pada umumnya dijalani oleh warga negara, berusia antara 6 tahun, sampai wajibnya 17 tahun, tidak banyak memberi ruang untuk mengolah kemampuan semacam anjing, mampu merasakan perubahan suasana alam, lalu secara instingtif merespon untuk beradaptasi.

Manusia modern, yang punya rumah, bekerja, dan bergaul di lingkungan urban utamanya, yang gaya hidupnya mapan sedenter, mungkin sudah lama melupakan kemampuan nenek moyangnya, kaum pemburu nomaden.

Manusia dengan gaya hidup mapan sedenter merasa tak butuh kemampuan adaptasi ala anjing, kerapatan pergaulan dengan sesama spesies di daerah perkotaan, mungkin memang tak membutuhkan sensor bahaya setajam binatang liar.

Manusia modern yang hidup mapan sedenter di area perkotaan, dengan segala kelengkapan fasilitas penunjang hidup, tentu merasa tak butuh kemampuan lama yang menunjang pemburu nomaden untuk tetap bertahan hidup, itu sangat logis.

Hunter

Model Bertahan Hidup Pemburu Nomad (atas) dan Mapan Sedenter (bawah)

Keasyikan untuk memanggil kembali kumpulan informasi di gen- gen kita, yang pernah diturunkan oleh nenek moyang para pemburu nomaden, adalah kemampuan yang tak diajarkan di sekolah formal. Berkomunikasi dengan anjing, berusaha memahami cara mereka menyampaikan pesan, dan membuat mereka memahami apa yang ingin kita maksudkan, adalah momen- momen pembelajaran yang menarik, untuk dialami langsung.

Linguistik dan matematika, dua kemampuan dasar yang membangun basis dialektika dan logika spesies kita, Homo sapiens, memang tak dipahami oleh anjing.  Walaupun anjing dimasukkan sekolah formal, peluangnya kecil buat mereka untuk bisa membuat pemodelan matematika, atau algoritma, jadi jangan khawatir soal kecerdasan kita tersaingi.

Anjing menangkap kita, manusia, sebagai energi, ya sebatas itu. Apakah energi itu kooperatif dan bisa diajak berkomunikasi, berbahaya dan harus dihindari, atau takut dan mudah diintimidasi. Anjing sangat jujur menangkap energi kita, dari respon itulah, tentang kejujuran menangkap energi, yang bisa kita, manusia, pelajari dari mereka, anjing.

military_dogs

Anjing Militer Ras Gembala Jerman

Belajar  berkomunikasi dengan anjing adalah soal memanggil kembali kemampuan lama kita sebagai Homo sapiens, kemampuan yang mungkin sudah dilupakan oleh manusia dengan gaya hidup mapan sedenter, yaitu kemampuan yang menunjang para pemburu nomaden untuk bertahan hidup, respon fight or flight tanpa melibatkan otak, cukup dari sumsum tulang belakang.

Peradaban urban dengan segala fasilitasnya yang lengkap, kumpulan manusia modern terdidik yang sefrekuensi kalau diajak ngobrol informasi terkini, adalah pilihan tempat hidup yang menarik. Pilihan untuk hidup di pegunungan yang sepi, di tepi hutan atau lembah yang tak banyak fasilitas penunjang, jarang ada manusia yang bisa diajak diskusi, juga adalah pilihan habitat yang menantang untuk ditinggali.

Manusia modern yang mapan sedenter adalah keturunan langsung para pemburu nomaden, masih ada gen pemburu di DNA kita, pilihan kita juga untuk menggunakan, atau melupakan, kemampuan klasik itu.

Genealogy-of-the-dog-low-res

Life Nature Library “Evolution” – ilustrasi oleh Arthur Singer.

Catatan:

Bagi muslim yang ingin mempelajari, atau mengalami sendiri berkomunikasi dengan anjing, dengan status liur anjing yang najis besar, maka bisa disediakan seember tanah di rumahnya.

Setelah bermain- main dengan anjing, sebelum shalat bisa berwudhu dan bersuci dengan tanah, sesuai kaidah yurisprudensi Islam yang dipegang. Anjing juga sebaiknya disediakan tempat di luar rumah, agar tetap beradaptasi di ekosistemnya, sebagai keturunan serigala ( Canis lupus), dan tidak menjadi makhluk hidup bergaya mapan sedenter, semacam manusia urban.

Biarkan insting pemburu dan keliaran mereka, sebagai anjing kota keturunan serigala hutan, tetap bertahan.

4 comments on “Anjing

  1. wagenugraha
    October 19, 2013

    Kereeen mas, sudut pandang pembahasan daya adaptasi manusia serta karakter anjing yang menarik🙂

    • Maximillian
      October 27, 2013

      Manusia kota perlu menyempatkan berkunjung ke alam liar Mas, biar sensor tak tumpul.

  2. js
    January 28, 2014

    Salam damai…..hormat saya kepada Tuan Rumah….

    Nderek nyimak….

    Anjing adalah binatang liar , juga bisa jinak dan sangat patuh taat kepada pemeliharanya…

    Jutaan manusia sudah merasakan kebahagiaan dan senang ketika hidup bersama dengan anjing….sebagai teman dalam hidup sehari hari…..

    Tanpa salah dan dosa , si anjing menjadi binatang najis dan haram….entah kenapa sebabnya ……

    Apakah Tuhan itu sosok nyeleneh , eksentrik dan sedikit lupa dan alergi dengan ciptaan sendiri….Nuwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 19, 2013 by in Review and tagged , , , .
%d bloggers like this: