Usual Storyline

oeuvre

Jiwa Waras

TB Simatupang menjadi Kepala Staf Angkatan Perang ( sekarang Panglima TNI) saat berumur 30 tahun, Djatikusumo jadi Kepala Staf Angkatan Darat umur 31 tahun, AH Nasution jadi Kepala Staf Angkatan Darat di usia 31 tahun, Alexander Evert Kawilarang jadi Panglima Kodam III Siliwangi usia 30 tahun ( terlibat juga mendirikan cikal bakal Kopassus di Batujajar), Zulkifli Lubis jadi kepala Badan Intelijen umur 21 tahun, 32 tahun jadi KASAD.

Sumitro Djojohadikusumo jadi Menteri Keuangan umur 35 tahun, saat kuliah di Belanda, dia ikut perang gerilya melawan tentara pendudukan Jerman. Sukarno sejak umur 28 tahun sudah terlibat dalam proses perapian treasury dinasti kerajaan nusantara, dia lulus dari TH Bandoeng ( sekarang Institut Teknologi Bandung) di usia 26 tahun, dia nanti akan jadi trustee di usia 34 tahun, dan menjadi presiden pertama Republik Indonesia di usia tepat 45 tahun.

Masih banyak manusia berusia muda yang terlibat langsung, secara terlihat atau tidak mau terlihat sama sekali dalam membangun sistem anatomi republik. Selalu ada orang tua yang menjadi figur contoh semacam Cokroaminoto, Sneevliet, Datuk Tan Malaka, AK Gani, Sosrokartono, Gatot Subroto, atau Pakubuwono X. Selalu ada kombinasi orang muda yang penuh tenaga untuk mencari tahu, dan orang tua yang menyediakan waktu untuk memberi tahu, serta mendorong mereka dari area tak terlihat.

People

Anak Manusia

Jika orang tua sekarang bertarung intrik saling berebut kuasa, maka yang muda akan mencontoh tidak jauh beda, guru kencing berdiri murid kencing berlari, kalau tak lari malah basah najis dikencingi.

Jika orang tua sekarang gemar berpamer muka, adu tampang merebut simpati publik, membanggakan prestasi buat sekedar membangun citra, demi merebut kuasa atas banyak orang, maka yang muda kemungkinan besar akan menirunya, bangga menjadi kadernya, akan selalu melindungi para pembinanya, solidaritas kelompok kata anak- anak muda itu. Solidaritas ala kawanan anjing, tak peduli benar salah, kawan selalu benar.

Jika orang tua sukar dijadikan teladan, mungkin para anak muda akan mencoba naik gunung menyepi, bertanya langsung ke Sang Pemilik semesta, karena mungkin di gunung sinyalnya lebih kuat, tempatnya tinggi, jadi bisa didengar malaikat kurirnya langit.

Percayalah, di gunung berhutan dan desa tandus, masih banyak manusia waras yang tak peduli dengan intrik manusia kota terdidik sok kuasa. Hidup tenang dengan kewarasan manusiawi biasa, otaknya masih jernih buat ditanya hal ihwal kehidupan manusia, bukan kehidupan binatang.

Silakan yang mau ikut adu tampang, adu pintar berebut simpati, ikutan kawanan anjing berbadan manusia, boleh juga jadi pemuda desa bekerja bakti bikin jembatan swadaya, semua itu pilihan hidup. Semoga anak muda mampu memilih dan memilah, jadi tidak disebut anak lagi, disebutnya orang dewasa waras jiwanya.

One comment on “Jiwa Waras

  1. wagerrrr
    March 1, 2014

    // guru kencing berdiri murid kencing berlari //
    Pepatah bijak yang tidak bisa dibantah kebenaranya. Maaf lama tidak berkunjung nih. Ternyata masih aktif nulis ya. salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: