Usual Storyline

oeuvre

Reklusif

Orang yang tak suka bersosialisasi dengan sesamanya, para penyendiri, sering dilabel sebagai kurang sehat mentalnya, sakit psikis kronik, yang dekat dengan kebiasaan depresif dan potensial mendorong aksi bunuh diri. Namun, gaya hidup reklusif ala rahib sebenarnya tak selalu seperti yang dilabelkan, dan bukan pula karena merasa takut atau traumatik dengan kerumunan sosial, bisa jadi mereka hanya enggan berpura- pura bahagia bergaul, dan mengalami kebosanan dengan interaksi sosial sesama manusia, yang seringkali sarat dengan manipulasi perilaku, dan sarat intrik halus, basa basi, bahkan sok tahu,  hanya demi agar bisa diterima dalam sebuah lingkaran pergaulan, duh!

Taruhlah dalam sebuah wilayah perkampungan di pinggiran kota, dengan jumlah penduduk 20 orang, berapa kali peluang terjadi kontak komunikasi pertemuan antar sesama penduduk yang berbeda, dan tidak terjadi perulangan, dalam satu satuan waktu, misal perhari? Peluangnya ( 20.19)/2 atau ( 20!)/ 2( (20-2)!), yaitu 190 kali kontak, dan peluangnya akan semakin bertambah, dengan meningkatkan angka kepadatan penduduk, di sebuah kawasan. Bertambahnya peluang kontak, berarti menambah pula potensi komunikasi serta potensi konflik dan rekonsiliasi, intinya semakin banyak interaksi antar orang, dengan beda karakter dan kebiasaan, semakin besar pula peluang lahirnya drama, temanya bisa komedi, atau tragedi.

Maka tidak kaget, jika di sebuah populasi yang jarak antar manusianya terlalu dekat, padat pula dengan manusia, maka cenderung peluang untuk terjadi konflik itu sangat besar. Jarak interaksi yang terlalu dekat akan menghilangkan area privat, memaksa kompromi akan kebiasaan dan gaya hidup yang berbeda, tak semua orang nyaman dengan pola hidup semacam ini. Jangan heran pula jika standar hidup yang rendah, dan kantong- kantong kriminalitas serta kerawanan sosial semacam tawuran, biasanya jadi label di kawasan padat penduduk, ya sesuai dengan probabilitas permutasi di atas itu.

peace-in-solitude-alone-get-away-sit-under-a-tree-meditate

Beberapa orang yang memahami pola perilaku manusia ( human behavior/ human ethology), akan menemukan pola konflik dan rekonsiliasi dalam pergaulan antar sesama manusia, dengan cepat. Tanah itu terbatas, sedangkan manusia cenderung gemar bereproduksi, beranak pinak,  jika tak dilakukan aksi nyata mengenai pembatasan angka kelahiran, ya probabilitas perang semakin bertambah, sedangkan wabah penyakit sudah jarang terjadi, artinya percepatan angka kelahiran akan berpeluang lebih besar dari angka kematian normal. Manusia modern telah didampingi oleh industri farmasi yang sejak tahun ’60-an sudah memproduksi vaksin dan antibiotik, yang berarti kecil peluang terjadi kematian besar- besaran karena virus dan bakteri.

Orang- orang yang memilih untuk hidup secara reklusif, seringkali juga karena memahami probabilitas interaksi antar manusia itu, mereka tak suka drama, dan cara terbaik untuk menghindari drama, adalah dengan menjadi selektif memilih jenis interaksi  dengan manusia semacam apa.

Beberapa manusia berbakat besar, memiliki karya fenomenal,  yang kemudian memilih gaya hidup reklusif diantaranya adalah:

Alexandre Grothendieck

Manusia yang berbakat besar ini mentransformasi aljabar geometri, dan mungkin matematika secara keseluruhan, seorang diri. Hidup terpisah dari orang tua dan orang tua asuhnya sejak kecil, dia mengisi masa remaja dengan berpetualang sekeliling Eropa, dan setelah Perang Dunia II, memilih kuliah di kampus yang terbelakang, di Perancis. Beberapa tahun kemudian karyanya mulai muncul, dan dikenali sebagai salah satu matematikawan penting di generasinya.

Dia diberi penghargaan Fields Medal, anugerah tertinggi untuk disiplin matematika, dan hadiah Crafoord, yang dia tolak. Dia juga mendirikan IHES, yang kemudian dia tinggalkan, setelah dia mengetahui bahwa organisasi itu dibiayai pihak militer.

Sejak awal tahun 90-an dia hidup menyendiri, menjadi reklusif, di sebuah tempat di pegunungan Perancis bagian selatan, tidak diketahui apakah dia masih hidup, atau sudah meninggal dunia, hingga saat ini.

Grigory Perelman

Orang ini juga dianugerahi Fields Medal ( 2006) dan hadiah Millenium ( 2010), yang keduanya tak dia ambil, ditolak.

Karyanya adalah Poincare Conjencture, yang menjadi salah satu problem tersulit dalam disiplin matematika, dia juga menolak tawaran posisi di Princeton, Stanford, dan banyak universitas lain.

Perelman ini reklusif, penyendiri.

Bill Waterson

Kartunis brilian pencipta Calvin and Hobbes ini tak pernah memberikan lisensi untuk karyanya. Dia menganggap bahwa mencetak kedua ikon fiksi di luar media komik, hanya akan menurunkan nilai, dan membuat harga komik jatuh. Komik Calvin and Hobbes sendiri sangat introspektif, cerdas, dan meraih banyak penghargaan.

Sejak berakhirnya edisi Calvin and Hobbes, Watterson menghindari publisitas, dia sangat menghargai area privat hidupnya, dan jarang memberikan waktu untuk melakukan wawancara.

Banyak usaha dilakukan untuk menemukan lokasi hidupnya, reporter berusaha mengejarnya sejak tahun 1998 hingga 2003, dan selalu gagal menemukan Watterson.

J.D. Salinger

Penulis novel terkenal The Catcher in the Rye ini menghilang dari publik sejak tahun 1953, hingga saat ini. Sengaja untuk mengasingkan diri, dan proses penerbitan bukunya ditangani oleh agennya.

Syd Barret

Salah satu pendiri band musik terkenal Pink Floyd, manusia cerdas, sangat berbakat, dan memiliki kemampuan synaesthesia, yaitu melihat suara sebagai layaknya komposisi spektrum warna.

Dia meninggalkan Pink Floyd setelah dua tahun. Setelah bangkrut, Syd tinggal di rumah ibunya, menghabiskan waktunya melukis, menulis buku yang tak pernah diterbitkan, dan berkebun hingga kematiannya tahun 2006 lalu.

Nelle Harper Lee

Penulis novel terkenal, To Kill A Mockingbird. Lee hampir tak pernah mau permintaan untuk wawancara atau tampil di publik.

Howard Hughes

Dia adalah salah satu konglomerat besar dalam sejarah AS, investor, penerbang handal, perekayasa ulung, produser film, sutradara, dan dermawan. Pernah menjadi salah satu orang terkaya di dunia, menjadi produser beberapa film yang mendahului zamannya, cenderung kontroversial semacam Hell’s Angels ( 1930).

Hughes juga penerbang handal yang berpengaruh, memecahkan beberapa rekor dunia kecepatan pesawat, membangun Hughes H- 1, dan H-4 Hercules, serta memiliki maskapai Trans World Airlines yang dikemudian hari merjer dengan American Airlines.

Hughes memiliki perilaku eksentrik, dan tak suka berinteraksi sosial, dia reklusif. Sosoknya pernah diperankan oleh aktor Hollywood Leonardo DiCaprio di film The Aviator.

Bobby Fischer

Pecatur legendaris yang menjadi juara dunia tahun 1972, dengan mengalahkan Boris Spassky, berhenti bermain catur setelahnya, dan sembunyi menghindari perhatian dari publik, dia menghilang.

Muncul kembali di publik tahun 1992, untuk mengalahkan Spassky di pertandingan catur ulang, dan lalu menghilang lagi, sampai waktu kematiannya.

Terrence Malick

Dia adalah salah satu sutradara, penulis naskah, dan produser Hollywood. Sepanjang masa karirnya yang terbentang selama 4 dekade, dia sudah menghasilkan 7 adikarya. Dalam setiap kontraknya, Malick tak pernah mau menghadiri wawancara publik.

Setelah film pertamanya yang dipuji oleh para kritikus film, Days of Heaven ( 1978), dia menghilang dari publik selama 20 tahun. Dia kembali muncul ke publik lewat karyanya, The Thin Red Line, yang dinominasikan Oscar untuk 7 kategori.

Karya terakhirnya, The Tree of Life memenangkan penghargaan Palme d’Or pada Festival Film Cannes 2011.

Amancio Ortega

Salah satu manusia terkaya di dunia saat ini ( 2014). Pendiri dan pemilik Inditex Group, yang berkantor pusat di Spanyol. Pemilik jaringan ritel apparel terkenal Zara ini jarang sekali tampil di muka publik. Tampilan fotonya baru dibuka tahun 1999 untuk publik, sebelumnya amat susah dicari. Selalu berkunjung ke kafe yang sama setiap hari, dan makan bersama para pekerjanya di kafetaria. Ortega tak suka menggunakan dasi, dan gaya hidupnya yang jarang diketahui publik membuatnya semakin terlihat misterius.

Masih ada banyak orang- orang dengan karya hebat, berpengaruh untuk banyak orang, semacam Stanley Kubrick ( sutradara, produser), Baruch Spinoza ( filsuf klasik), Gregor Mendel ( pakar biologi, pendeta), Ratan Tata ( industrialis), serta Knut Hamsun ( penulis), yang juga bergaya hidup reklusif, menyendiri, tak suka publisitas, menghindari kerumunan manusia.

Menjadi orang reklusif bukan berarti sedang mengalami depresi berat, traumatik, atau neurotik yang destruktif. Bisa jadi, ya boleh jadi, mereka adalah orang- orang yang sangat paham pemodelan perilaku manusia, ethologi manusia, yang sebenarnya punya pola tertentu, yang mudah dikenali, dan memilih untuk melakukan seleksi baik- baik. Mereka menghindari drama yang kerap kali terjadi sebagai konsekuensi interaksi, yang seringkali melelahkan, karena harus berkompromi untuk bisa diterima oleh kerumunan pergaulan.

Mereka menyepi, menyendiri, selalu mengawasi dari jauh, dan cenderung sangat menghargai kualitas persahabatan. Bagi orang- orang yang bergaya reklusif, persahabatan adalah hal yang sangat eksklusif.

3 comments on “Reklusif

  1. darusetiawan
    July 15, 2014

    “Menjadi orang reklusif bukan berarti sedang mengalami depresi berat, traumatik, atau neurotik yang destruktif.”

    Pak Dhe, aku lagi mendeteksi potensi ini ? mohon bantuan nya.
    Depresi berat ? Traumatik atau neurotik yg destruktif kah ?

    nuhun.

  2. S™J
    July 15, 2014

    Reblogged this on Halte Perjalanan and commented:
    Menyepi, menyendiri, menepi dari hiruk-pikuk lingkungan baik secara fisik maupun mental adalah wajar.

  3. Maximillian
    July 17, 2014

    @ Daru: Yeah, as long as you don’t kill yourself lah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: