Saya adalah salah satu penggemar berat film perang, Anda boleh sebut Saving Private Ryan, Platoon, Band of Brothers, Letter From Iwo Jima, Flags of Our Father, dan Deer Hunter atau sejenisnya, sudah masuk dalam daftar wajib tonton. Bukan, sama sekali karena saya haus darah, atau penyuka adegan saling bantai, yang selalu ada dalam tema itu, melainkan karena sikap kesetiakawanan ala militer ( ingat, pilihan pertama saya dulu adalah TNI Angkatan Darat, walau akhirnya memilih universitas) , serta sekedar ingin mensyukuri keadaan damai, so simple isn’t it :) Read More

Pertemuan kebetulan antara beberapa orang, berbeda usia, latar belakang pendidikan, pekerjaan, perusahaan, agama, bahkan budaya, tapi memiliki irisan pemikiran yang sama atau hampir mirip, rasanya sungguh mencengangkan !

Read More

Geli juga terkadang, kalau ingat konsumsi literatur yang dibaca adalah kupasan renyah dari Fareed Zakaria, atau teori pakar ekonomi Austrian, Schumpeter, di tahta megah mereka, tapi sarjana ekonomi nan muda dan bersemangat itu*, masih kesulitan menjelaskan aliran arus kas pedagang pecel lele di pojok muram malam, dan pengaruh mereka terhadap ketahanan ekonomi negara ini. Para “Pemain Sektor Riil” ini seringkali ditulis sebagai pahlawan di media, tapi pembacanya sering lupa, kalau yang ditulis itu adalah pemilik warung tegal dan pecel lele, langganan mereka sehari- hari. Read More

Quantum mechanics is certainly imposing. But an inner voice tells me that it is not yet the real thing. The theory says a lot, but does not really bring us any closer to the secret of the Old One. I, at any rate, am convinced that God does not throw dice. [ Albert Einstein]

Pengalaman spiritual masing- masing manusia tentunya bervariasi, beriman dan menganut sebuah agama formal, bisa jadi berbeda kondisi. Spiritualitas iman dan kolektivitas keberagamaan bisa jadi sejalan, dan tidak jarang malah berkonflik.

Tidak jarang, beberapa individu memahami bahwa spiritualitas sesungguhnya merupakan gagasan terpisah – yang lebih dekat kesejajarannya dengan penemuan ilmiah.Mereka memandang agama dan spiritualitas sebagai konstruk yang berbeda secara kualitatif.

Pandangan semacam ini, berpendapat bahwa sains dan spiritualitas sebagai “pembuatan makna tanpa keyakinan” dan sebagai Read More

Novel grafis ini jelas tidak akan bisa masuk ke Indonesia saat Orde Baru berkuasa, sudah tahu artinya ? Yup, Jodorowsky dan Moebius benar- benar menunjukkan tahapan dari peradaban manusia; lahir, berkembang, meluas, membusuk, mati, dan lalu hidup lagi.

Sebenarnya obsesi sebagian kecil manusia untuk “Tercatat Dalam Tinta Emas Sejarah” tidaklah salah, karena maksud yang disampaikan adalah sejarah versi manusia, bukan begitu ? Kalaupun tidak ditulis dalam sejarah versi manusia , manusia sudah pasti tertulis dalam sejarah semesta, setidaknya bisa ditelusuri lewat mata rantai DNA mitokondrianya, kan ya ? Sejarah semesta bisa ditelusuri lewat segala yang ada di sekitar kita, dan itu jauh lebih memaknakan keberadaan manusia itu sendiri. Read More

Curug Dago ( Curug : Waterfall in Sundanese. red )  is situated at the north of the city of Bandung, which is higher and already declared as a natural conservation area as it is one of the headwater for Cikapundung river that runs across the city.

Mr. Haryoto Kunto wrote in his book, ‘Semerbak Bunga di Bandung Raya’ (1986), a book about historical sites in and around Bandung, ‘In the riverbank beneath the Dago waterfall, upon a tone, a Thai Crown Prince once inscribed his initial, when he visited the place during his visit in 1901. It is a great pity that the Thai Princess Maha Chakri Sirindorn’s guides were not aware of the fact when the Princess visited Indonesia in 1884.’ Read More

Kazuo Koike dan Goseki Kojima ini karyanya memberi inspirasi banyak sineas dan komikus, salah satunya Frank Miller. Ketiga novel grafis diatas punya keterkaitan erat dengan Jepang era feodal Tokugawa.

Alur, latar, dan tokoh- tokohnya memang benar adanya, kalau mau menikmati novel grafis di atas, sebaiknya baca juga Taiko, Musashi, dan Swordless Samurai.

Sambil menelaah karya di atas, Wikipedia harus menemani, soalnya akan sayang kalau tidak ditelusuri latar belakang dari setiap tokoh dan istilah yang ada di balik ceritanya.

Kalau mau menikmati sejarah Jepang era Tokugawa dalam format novel grafis, ketiga karya diatas sangat direkomendasikan.

Ketiga karya di atas disebut novel grafis karena memang ceritanya heavyweight. Kalau mau kopiannya, kontak saja yang empunya blog ini :)

Sains itu indah, seksi, dan menghanyutkan. Matematika adalah pasangan setia yang membantu mengukur keindahan, keseksian, serta menambah derasnya arus yang menghanyutkan tadi.

Sebagai penggemar sains dan pehobi matematika, keduanya ternyata mampu menghadirkan keindahan baru pada kekacauan semesta, yang ternyata penuh dengan keteraturan.

Apapun kesimpulan yang didapat setelah menafsir semesta, maka itu kembali kepada masing- masing pihak manusia yang melakukannya.

Tapi, saya menikmatinya, sungguh !

Berikut adalah tulisan orang lain, namanya Ahmad Wahib. Kalau belum tahu dia siapa, disini ditulis biografinya.

Pencarian itu terjadi saat usia remaja, SMU tepatnya. Akar masalahnya sama, dan instrumen yang digunakan pun mirip. Beliau mengalaminya saat awal bangku kuliah, masyarakat sedang bergejolak, dan menemukan lingkar diskusi manusia yang berdimensi sama.

Beliau menuliskan dalam buku hariannya, dan izinkan saya untuk menuliskannya ulang :

Perdebatan Para Ilmuan Sosial

Anggap ada 20 orang peserta diskusi dengan satu moderator. Moderator  menuturkan pendapatnya tentang suatu gejala sosial sebagai wacana pembuka. Moderator kemudian mempersilakan peserta berdiskusi. Hampir semua peserta mengangkat tangan. Satu orang dipersilahkan berkomentar. Ia bicara panjang lebar, begitu panjangnya hingga moderator gerah. Peserta diskusi lain berebut menyerang. Moderator akhirnya terdiam dan membiarkan para ilmuan sosial berdebat tanpa arah yang jelas.

Dalam waktu satu jam, diskusi terarah berubah menjadi ajang pencarian kemenangan pendapat yang riuh. Hal ini saya temukan dalam hampir semua diskusi ilmu sosial yang saya hadiri.

Pada saat semua peserta kelelahan, suara yang paling didengar bukanlah yang paling benar, tetapi yang paling pandai bicara dan kekeuh memaksakan pendapatnya.

Perdebatan Para Ilmuan Alam

Kembali ke posisi awal. Moderator melontarkan wacana. Ketika moderator meminta pendapat dari forum, sedikit yang mengangkat tangan. Ketika dipersilakan, salah satu ilmuan bicara panjang lebar dengan berbagai rumus dan hitungan di papan tulis. Semua mata ilmuan lainnya tertuju pada pendapatnya, bukan pada beliau. Beberapa mencatat dan menghitung kembali dengan benar serta membetulkan hitungan sang ilmuan. Hanya ada satu dua orang yang mengkritik dan kembali ketika mereka bicara, semua mata tertuju pada pendapat dan analisisnya.

Dalam waktu satu jam, diskusi telah berubah menjadi kuliah dengan dua kelompok manusia, satu kelompok pembicara dan satu kelompok pendengar. Kelompok pembicara saling berdebat sementara kelompok pendengar menyaksikan dengan seksama dan mencatat hal-hal penting yang mereka permasalahkan.

Strata keilmuan terlihat dengan jelas dimana ada para pakar dan para sub pakar yang menjadi pendengar. Pada saat semua peserta kelelahan, suara yang paling didengar adalah suara moderator yang melakukan resume dan membuat sejumlah catatan pertanyaan untuk dikaji lebih lanjut. Saya adalah salah satu dari kelompok pendengar.

Dalam hati saya berkata, betapa tidak adanya keinginan saya untuk berpendapat, mereka begitu luas pengetahuannya sementara pengetahuan saya begitu sedikit. Read More

“If all the insects on earth disappeared, within 50 years all life on earth would disappear. If all humans disappeared, within 50 years all species would flourish as never before“, konon kata Doktor Jonas Salk, sang penemu vaksin polio.

Tubuh manusia tersusun atas unsur- unsur kimia seperti hidrogen, karbon, oksigen, nitrogen, besi, dan banyak lagi, dalam keterkaitan amat kompleks.Dalam proses nukleosintesa global dan generiknya, alam semesta tidak memproduksi unsur- unsur kimia ini, kecuali beberapa inti atom hidrogen dan helium.

Ketika supernova terjadi, hasil proses termonuklir dalam perut bintang terlontar keluar, memperkaya kandungan kimia materi pengisi ruang antar bintang. Kita bisa membayangkan, ada sebagian kecil materi antarbintang yang ikut menyumbang isi Tata Surya.

Singkatnya, kita, manusia, berhubungan dekat dengan bintang karena setiap inti karbon yang menyusun tubuh manusia, pernah, di suatu masa yang lampau, ada dalam perut sebuah bintang. Kita dan bintang yang nun jauh di sana, hanya terpisah oleh waktu, dan berbagai proses astrofisika dan geofisika yang berjalan mengikuti panah waktu.

Homo sapiens is the only species which care about another species existence and extinction.

Human is anomaly, without human this planet will flourish and sustainable

The biggest thing we know, is the smallest of the unknown

Coffee should be black as hell, strong as death, and sweet as love. ( Peribahasa Turki)

“Apakah Paduka mengenali aroma rokok ini? ”… “Paduka, aroma inilah yang menyebabkan bangsa paduka mengarungi lautan 400 tahun yang lalu dan menjajah tanah kami” ( Haji Agus Salim, menteri luar negeri RI, mencairkan kebekuan sikap Pangeran Philip, Duke of Edinburg, suami Ratu Elizabeth 2,pada sebuah jamuan kenegaraan)

Secangkir kopi dan selinting sigaret, kombinasi kompak kawan meronda, berpikir tengah malam, atau diskusi bersama sobat, apapun topiknya.Lebih nikmat lagi, manakala sambil menyesap, kita mencoba menelaah sejarah biji legam penuh kenikmatan itu, bagaimana Read More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.